Open post

Incen Magazine Edisi 2

Setelah sukses dengan Edisi perdana, Maka di edisi yang ke-dua ini team Mading harus lebih kreatif, mengingat jumlah halaman yang semula hanya 20 halaman, berubah menjafi 40 halaman atau 2 kali lebih banyak.

di Edisi yang ke dua ini juga bertepatan dengan perayaan valentines day. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi team pembina mading untuk mengarahkan club mading agar tema pada edisi yang ke dua ini bisa memberikan edukasi terhadap siswa siswi sdit insan cendekia mengenai tradisi perayaan yang berasal dari eropa tersebut. Tentu dengan bahasa yang lebih enak dibaca dan menarik buat anak anak.

di edisi ke dua ini juga menampilkan berbagai kegiatan sekolah yang narasi kegiatan sekolah tersebut di tulis sendiri oleh anggota club mading, sebagai sarana pembelajaran ke jurnalisan. dan banyak lainnya, ingin tahu selengkapnya? silahkan download majalah edisi yang kedua ini, karena sudah di buat ebooknya.

 

Incen Magazine Edisi 2
Version: 1
Published: June 10, 2019
Open post

Incen Magazine Edisi 1

Bermula dari inisiatif dari club Mading kelas V sholihah yang diketuai oleh mbak Andin, yaitu membuat sebuah majalah sekolah, maka ustad pembimbing club Mading membentuk panitia kecil yang akhirnya terbentuklah pembina Mading yang terdiri dari Ustad atau Ustadz Wali kelas masing masing jenjang.

Majalah ini adalah untuk menampung kreatifitas kreatifitas menulis dari anggota club Mading, agar karyanya bisa dinikmati oleh seluruh teman teman nya yang lain. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga menerima karya dari luar club setelah di periksa oleh pembina Mading tentunya.

Pada edisi perdana ini, kebetulan terbit bersamaan dengan hari PAHLAWAN, maka topik utama yang disajikan adalah berkaitan dengan “PAHLAWAN”, baik itu wawancara dengan kepsek SDIT insan cendekia maupun karya baik cerpen atau puisi masih bertemakan tentang hari pahlawan


Sekarang Majalah insan cendekia sudah bisa diundu dengan format PDF dibawah ini

Incen Magazine Edisi 1
Version: 1
Open post

incen magazine edisi 3

di kelas V selain club Mading ada juga club Opera dan club nasyid. untuk club opera, mereka tidak mau kalah dengan club mading yang sukses dengan menghadirkan majalah sekolah, maka dengan upaya dan kegigihannya sehingga club opera ini juga berusaha menghadirkan sebuah acara festival di sekolah. dinamakan dengan festival anak ceria yang mana festival ini bisa dinikmati oleh seluruh siswa, diantaranya ada bazar dan pentas seni serta pameran lukis.

semua aktifitas festifal dan kegiatan lainya di tampilkan di edisi ini, bedanya dengan edisi sebelumnya, edisi yang ke tiga kali ini banyak menampilkan galery foto kegiatan daripada narasi kegiatan, karena begitu padatnya kegiatan yang diselenggarakan oelh sekolah.

untuk melihat bagaimana serunya kegiatan sekolah kita silahkan download majalah sekolah kita yang sudah di kemas dalam format pdf dibawah ini

Incen Magazine Edisi 3
Open post

Pohonku adalah Sedekahku

Sore itu cuaca mulai gelap, tapi semangat kami seterang sinar matahari pagi. Angin pun mulai menghembuskan dengan dinginnya sambil membawa butiran butiran air kecil, sementara tangan kami tak henti hentinya berusaha menggali dan menggali tanah. Bukan untuk mencari emas atau perak atau batu mulia lainnya, melainkan kami hendak melaksanakan sebuah kegiatan yang mulia.

Alhamdulillah ustad Dwi dan ustdz Rista mendampingi kami dengan sabar dalam kegiatan yang sudah kami tunggu tunggu sejak pagi menyisingkan sinarnya yang menyemai tekad kami untuk segera bersedakah.

Loh kok ....... sedekah?.

Dari yang telah dijelaskan oleh ustad sebelum kami bergulat dengan pasir yang bercampur tanah serta air, ternyata menanam pohon dan tanaman itu perintah nabi tercinta kita. Seperti yang diriwayatkan oleh Al-bukhari dan Muslim yang artinya

“Tidak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan SEDEKAH karenanya”

Jadi kalau pohon kita yang tanami nantinya dimakan ulat, kita mendapat pahala sedekah. Atau kayunya diambil oleh orang untuk membuat daun pintu atau lainnya kita juga dapat pahala sedekah. Atau ada burung yang bersarang

 

di pohon kita, kita juga dapat pahala sedekah. Subhanallah banyak ya pahalanya, makanya pesan dari ustad sebelum menanam jangan lupa dimulai dengan baca Bismillaa hirraah maa nirrahiim.

Memang diantara kami tidak semuanya membawa perlengkapan seperti cetok, sekrop mini, cangkul mini, dll. Tapi kami semua saling bekerjasama, misal yang tidak membawa alat mereka membantu membawakan tanaman dan mengambilkan air serta membantu mengeluarkan tanah yang sudah di gemburkan oleh alat alat yang kami bawa.

Di tengah tengah kesibukan kami dalam menggali tanah, tiba tiba butiran butiaran air yang turun dari atas kami mulai membesar dan membasahi tanah serta tubuh kami yang akhirnya memaksa kami harus menghentikan kegiatan ini. Sedih ........., eeiit ternyata ada yang berani menerobos air hujan untuk mengambil payung karena tak rela bibit pohon tergeletak begitu saja. Sehingga teman teman yang lainpun memberanikan menerobos hujan demi menanam pohon untuk berlomba lomba dalam rangka mencintai serta melaksanakan sunnah rasullullah yaitu melestarikan alam.

Ya benar hari itu hari rabu tepatnya tanggal 24 januari 2018, sore hari kami sedang menanam pohon trembesi, akasia, dan cemara sewu sumbangan dari temannya ustad. Dengan kegiatan ini kami jadi tahu pentingnya melestarikan alam dengan memelihara tanaman dan pohon serta memanfaatkannya. Tauhkah kalian ternyata 1 pohon menghasilkan 1,2 kg oksigen sehari, sedangkan 1 manusia membutuhkan 0,5  kg oksigen sehari. Berarti 1 pohon menghidupi manusia 2 orang. Menebang 1 pohon sama dengan membunuh 2 orang.

Jadi ....... ayo semangat menanam ya teman.

Open post

Peduli Pacitan

Pagi itu suasana di sekolah ada yang agak berbeda. Kami harus keliling masuk dari kelas ke kelas, bahkan kantornya ustad dan ustadzah tidak luput dari kunjungan kami. Tidak puas sampai disitu, kami harus menyambut kakak kelas dan adik kelas di depan kelas kami sambil membawa kardus yang sudah kami tempeli secarik kertas yang memberi informasi tentang peristiwa bencana alam yang terjadi di kota Pacitan. Sambil sedikit merayu agar mau menyisihkan uang sakunya.

Memang rata-rata mereka tidak menyiapkan uang untuk infak atau sedekah karena tidak ada informasi sacara resmi dari sekolah untuk menyumbangkan sebagian uang sakunya untuk kegiatan sosial ini. Tetapi semangat teman teman yang sudah terlatih dengan infak dan sodaqoh meringankan hatinya untuk semangat bersedekah, bahkan ada yang rela tidak jajan pada hari itu karena uang sakunya di sumbangkan.

Sehari sebelumnya yaitu hari senin, kami sudah menempelkan informasi di kotak MADING sekolah tentang kepedulian bencana alam yang menimpa saudara kita di Pacitan. Menurut informasi yang kami peroleh baik dari media televisi dan media online bahwa saudara saudara kita sedang tertimpa

Pagi itu suasana di sekolah ada yang agak berbeda. Kami harus keliling masuk dari kelas ke kelas, bahkan kantornya ustad dan ustadzah tidak luput dari kunjungan kami. Tidak puas sampai disitu, kami harus menyambut kakak kelas dan adik kelas di depan kelas kami sambil membawa kardus yang sudah kami tempeli secarik kertas yang memberi informasi tentang peristiwa bencana alam yang terjadi di kota Pacitan. Sambil sedikit merayu agar mau menyisihkan uang sakunya.

Memang rata-rata mereka tidak menyiapkan uang untuk infak atau sedekah karena tidak ada informasi sacara resmi dari sekolah untuk menyumbangkan sebagian uang sakunya untuk kegiatan sosial ini. Tetapi semangat teman teman yang sudah terlatih dengan infak dan sodaqoh meringankan hatinya untuk semangat bersedekah, bahkan ada yang rela tidak jajan pada hari itu karena uang sakunya di sumbangkan.

Sehari sebelumnya yaitu hari senin, kami sudah menempelkan informasi di kotak MADING sekolah tentang kepedulian bencana alam yang menimpa saudara kita di Pacitan. Menurut informasi yang kami peroleh baik dari media televisi dan media online bahwa saudara saudara kita sedang tertimpa

Scroll to top